HUKUM HOOKE PDF

Kita ambil dua contoh karet gelang dan peren karet. Bila karet gelang tersebut ditarik, maka panjangnya akan terus bertambah sampai batas tertentu. Kemudian, Jika tarikan dilepaskan panjang karet gelang akan kembali seperti semula. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Hukum Archimides : Pengertian, Bunyi, Rumus Dan Contoh Soalnya Lengkap Berbeda halnya dengan permen karet, Bila ditarik panjangnya akan terus bertambah sampai batas tertentu tapi jika tarikan dilepaskan panjang permen karet tidak akan kembali seperti semula. Keadaan dimana suatu benda tidak bisa lagi kembali ke bentuk semula akibat gaya yang diberikan terhadap benda terlalu besar disebut sebagai batas elastis.

Author:Kazigul Dagul
Country:Gabon
Language:English (Spanish)
Genre:Health and Food
Published (Last):6 September 2014
Pages:63
PDF File Size:6.54 Mb
ePub File Size:18.27 Mb
ISBN:487-9-71540-139-1
Downloads:2397
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Mishicage



Contoh Soal 3 Contoh soal ini lebih rumit karena menggunakan konsep parallel. Ada dua beban yang masing-masing seberat 0,5 kg. Pegas pertama adalah paralel dan pegas kedua adalah seri. Jawaban: Untuk menghitungnya maka diperlukan pembahasan yang dipisahkan, yaitu pegas pertama dan pegas kedua. Kemudian, masa kedua benda dijumlahkan agar gaya beratnya ada. Percobaan Hukum Hooke Percobaan Hukum Hooke bertujuan untuk meneliti hubungan antar gaya dengan pertambahan panjang pegas serta untuk menentukan konstanta pegas.

Anda bisa melakukan percobaan ini untuk membuktikan Hukum Hooke pula. Untuk melakukan percobaan ini, Anda hanya membutuhkan: Pegas Beban 50 gram sebanyak 4 buah Statis Mistar Untuk melakukannya, rangkai alat-alat tersebut.

Gantungkan pegas pada statis dan tempatkan mistar pada posisi yang tepat untuk mengukur pertambahan panjang. Siapkan tabel untuk mencatat hasil penelitian terlebih dahulu. Data yang akan dicatat sangat penting untuk membuktikan Hukum Hooke. Pada percobaan pertama, taruhlah benda dengan beban 50 gram pada ujung bawah pegas. Hitung anjang pegas dengan satuan panjang pegas 1 I1.

Catat hasil pertambahan panjang pada percobaan pertama ini. Ukur panjang pegas dan tulis dengan keterangan l2. Karena beban tinggal satu, gantungkan dan catat hasilnya sebagai l4. Setelah percobaan selesai dan data berhasil dihimpun, kini saatnya mengolah data tersebut. Hitung tiga konstanta pegas untuk menghitung rata-ratanya. Tambahkan ketiga konstanta dan bagi tiga.

Setelah pembuatan grafik selesai, jawablah pertanyaan berikut ini untuk identifikasi lebih lanjut serta sebagai pembahasan. Pertanyaan pertama adalah bagaimana hubungan antara gaya dan pertambahan panjang pegas? Jika gaya semakin besar apakah pertambahan anjang pegas semakin besar, bersifat tetap atau justru menjadi semakin kecil?

Perhatikan grafik untuk menjawab pertanyaan ini dan menjelaskannya lebih lanjut. Pertanyaan kedua adalah apakah konstanta pegas bernilai sama? Jika tidak sama, mengapa hal ini bisa terjadi? Berikan analisis Anda dengan data yang sudah Anda catat. Pertanyaan terakhir adalah berapa konstanta pegas rata-rata yang diperoleh dari percobaan tersebut? Anda bisa menjawabnya melalui data yang telah Anda buat.

Setelah pertanyaan di atas selesai dijawab, saatnya Anda membuat kesimpulan. Nyatakan kesimpulan Anda dengan jelas sesuai hasil percobaan. Aplikasi Hukum Hooke Elastisitas benda bisa ditemukan sehari-hari seperti pada karet.

Begitu juga dengan Hukum Hooke yang banyak diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Ada banyak hal yang telah menerapkan hukum Hooke.

Mikroskop digunakan untuk melihat jasad renik yang tak kasat mata. Sedangkan teleskop berfungsi untuk melihat benda jauh yang tidak terlihat oleh mata.

Teleskop paling sering digunakan untuk melihat benda luar angkasa. Ada pula alat percepatan gravitasi yang menggunakan prinsip Hooke tersebut. Bahkan, jam pun juga menggunakan prinsip Hooke ini. Terutama jam yang dapat dimanfaatkan untuk menentukan garis atau posisi kapal terhadap bibir laut. Contoh lainnya adalah sambungan tongkat persneling yang biasa kita jumpai pada sepeda motor serta mobil. Ayunan pegas dan dynamometer sebagai pengukur gaya juga menggunakan prinsip tersebut.

Bahkan, neraca pegas menggunakan hukum Hooke dalam cara kerjanya. Dalam bahasa sehari-hari, neraca pegas merupakan timbangan. Neraca ini biasanya berguna untuk mengetahui berat seseorang.

Jadi, ketika Anda melakukan penimbangan berat badan, Anda sedang berhadapan dengan Hukum Hooke ini. Dan yang paling sering ditemui bahkan sejak kecil adalah ketapel. Mungkin Anda pernah memainkannya. Ketapel merupakan contoh benda paling sederhana dan paling mudah ditemukan yang berhubungan dengan konsep Hooke.

Yang terakhir adalah kasur pegas. Kasur pegas juga ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Ketika Anda mencoba berbaring di atas kasur, secara otomatis ada gaya berat yang diberikan oleh tubuh terhadap kasur. Gaya ini membuat kasur mampat. Dan atas dasar pegas inilah Anda bisa merasakan empuk ketika berada di atas kasur pegas. Setelah mengetahui penjelasan lengkap mengenai pegas yang ternyata berkaitan dengan kehidupan kita sehari-hari, kini Anda bisa mendalaminya lebih lanjut.

Hubungan dengan gaya, tegangan serta kemampatan. Ketiganya memiliki rumus yang berbeda-beda dan berhubungan dengan rumus hukum Hooke. Jika perlu, Anda bisa memanfaatkannya untuk membantu pekerjaan Anda. Karena pada dasarnya, pengaplikasian hukum-hukum fisika, termasuk Hooke, akan banyak membantu aktivitas manusia. Penerapan prinsip di atas berguna bagi kehidupan manusia dan bahkan berperan penting untuk kemajuan ilmu pengetahuan. Dengan adanya hal ini, bisa dipastikan bahwa gagasan Hooke mampu memberikan dampak positif terhadap umat manusia.

Karena gagasan Hooke ini fokus terhadap gaya elastisitas, maka kita bisa menemukan kasus dasar yang ada dalam konsep gagasan tersebut. Ia membedakan ada dua jenis benda, yaitu plastis dan elastis. Benda elastis ini pula yang kemudian memiliki kinerja hukum hooke secara alami. Beberapa contoh benda elastis yang juga bersifat pegas adalah ketapel, busur panah, peer serta karet gelang.

GYANESHWARI GITA PDF

Pengertian, Konsep, Rumus, dan Aplikasi Hukum Hooke

Contoh Soal 3 Contoh soal ini lebih rumit karena menggunakan konsep parallel. Ada dua beban yang masing-masing seberat 0,5 kg. Pegas pertama adalah paralel dan pegas kedua adalah seri. Jawaban: Untuk menghitungnya maka diperlukan pembahasan yang dipisahkan, yaitu pegas pertama dan pegas kedua.

ULCERA POR PRESION PDF

Hukum Hooke : Pengertian, Aplikasi, Bunyi, Dan Rumus Beserta Contohnya Secara Lengkap

The law is named after 17th-century British physicist Robert Hooke. He first stated the law in as a Latin anagram. Hooke states in the work that he was aware of the law already in An elastic body or material for which this equation can be assumed is said to be linear-elastic or Hookean. It must eventually fail once the forces exceed some limit, since no material can be compressed beyond a certain minimum size, or stretched beyond a maximum size, without some permanent deformation or change of state.

Related Articles