EKSISTENSIAL HUMANISTIK PDF

Pendekatan ini Berfokus pada sifat dari kondisi manusia yang mencakup kesanggupan untuk menyadari diri, bebas memilih untuk menentukan nasib sendiri, kebebasan dan tanggung jawab, kecemasan sebagai suatu unsur dasar, pencarian makna yang unik di dalam dunia yang tak bermakna, berada sendiri dan berada dalam hubungan dengan orang lain keterhinggaan dan kematian, dan kecenderungan mengaktualkan diri. Pendekatan ini memberikan kontribusi yang besar dalam bidang psikologi, yakni tentang penekanannya terhadap kualitas manusia terhadap manusia yang lain dalam proses teurapeutik. Terapi eksistensial-humanistik menekankan kondisi-kondisi inti manusia dan menekankan kesadaran diri sebelum bertindak. Kesadaran diri berkembang sejak bayi. Perkembangan kepribadian yang normal berlandaskan keunikan masing-masing individu. Berfokus pada saat sekarang dan akan menjadi apa seseorang itu, yang berarti memiliki orientasi ke masa depan.

Author:Zubar Nikojinn
Country:Poland
Language:English (Spanish)
Genre:Technology
Published (Last):7 April 2018
Pages:320
PDF File Size:19.24 Mb
ePub File Size:7.26 Mb
ISBN:754-6-50560-652-7
Downloads:96339
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Yozshugul



Pendekatan ini mengutamakan suatu sikap yang menekankan pada pemahaman atas manusia. Terapi eksistensial berpijak pada premis bahwa manusia tidak bisa lari dari kebebasan dan bahwa kebebasan dan tanggung jawab berkaitan. Pendekatan Eksisteneial-Humanistik dalam konseling menggunakan sistem tehnik-tehnik yang bertujuan untuk mempengaruhi konseli.

Pendekatan terapi eksistensial-humanistik bukan merupakan terapi tunggal, melainkan suatu pendekatan yang mencakup terapi-terapi yang berlainan yang kesemuanya berlandaskan konsep-konsep dan asumsi-asumsi tentang manusia. Pendekatan ini Berfokus pada sifat dari kondisi manusia yang mencakup kesanggupan untuk menyadari diri, bebas memilih untuk menentukan nasib sendiri, kebebasan dan tanggung jawab, kecemasan sebagai suatu unsur dasar, pencarian makna yang unik di dalam dunia yang tak bermakna, berada sendiri dan berada dalam hubungan dengan orang lain keterhinggaan dan kematian, dan kecenderungan mengaktualkan diri.

Pendekatan ini memberikan kontribusi yang besar dalam bidang psikologi, yakni tentang penekanannya terhadap kualitas manusia terhadap manusia yang lain dalam proses teurapeutik. Terapi eksistensial-humanistik menekankan kondisi-kondisi inti manusia dan menekankan kesadaran diri sebelum bertindak. Kesadaran diri berkembang sejak bayi. Perkembangan kepribadian yang normal berlandaskan keunikan masing-masing individu.

Berfokus pada saat sekarang dan akan menjadi apa seseorang itu, yang berarti memiliki orientasi ke masa depan. Maka dari itu, akan lebih meningkatkan kebebasan konseling dalam mengambil keputusan serta bertanggung jawab dalam setiap tindakan yang di ambilnya.

Menurut Gerald Corey, adabeberapakonseputamadaripendekataneksistensialyaitu : 1. Kesadarandiri Manusiamemilikikesanggupanuntukmenyadaridirinyasendiri, suatukesanggupan yang unikdannyata yang memungkinkanmanusiamampuberpikirdanmemutuskan. Semakinkuatkesadarandiriitupadaseseorang, makaakansemakinbesar pula kebebasan yang adapada orang itu. Kesanggupanuntukmemilih alternative-alternatifyaknimemutuskansecarabebas di dalamkerangkapembatasnyaadalahsuatuaspek yang esensialpadamanusia.

Kebebasan, tanggungjawab, dankecemasan Kesadaranataskebebasandantanggungjawabdapatmenimbulkankecemasan yang menjadiatributdasarpadamanusia. Kecemasaneksistensialjugabisadiakibatkanolehkesadaranatasketerbatasannyadanataskemungkinan yang takterhindarkanuntukmati. Kesadaranataskematianmemilikiartipentingbagikehidupanindividusekarang, sebabkesadarantersebutmenghadapkanindividupadakenyataanbahwadiamemilikiwaktu yang terbatasuntukmengaktualkanpotensi-potensinya. PenciptaanMakna Manusiaituunik, dalamartianbahwadiaberusahauntukmenemukantujuanhidupdanmenciptakannilai-nilai yang akanmemberikanmaknabagikehidupan.

Padahakikatnyamanusiamemilikikebutuhanuntukberhubungandengansesamanyadalamsuatucara yang bermakna, sebabmanusiaadalahmakhlukrasional. Kegagalandalammenciptakanhubungan yang bermaknadapatmenimbulkankondisi-kondisiketerasingandankesepian. KonsepdasarmenurutAkhmadSudrajatadalah : 1. Manusiasebagaimakhlukhidup yang dapatmenentukansendiriapa yang iakerjakandan yang tidakdiakerjakan, danbebasuntukmenjadiapa yang iainginkan.

Setiap orang bertanggungjawabatassegalatindakannya. Manusiatidakpernahstatis, iaselalumenjadisesuatu yang berbeda, olehkarenaitumanusiamestiberanimenghancurkanpola-pola lama danmandirimenujuaktualisasidiri 3.

Setiap orang memilikipotensikreatifdanbisamenjadi orang kreatif. Kreatifitasmerupakanfungsi universal kemanusiaan yang mengarahpadaseluruhbentukself expression. Menurut Akhmad Sudrajat individu yang salah sesuai tidak dapat mengembangkan potensinya. Dengan kata lain, pengalamannya tertekan. Asumsi Tingkahlaku Masalah Hakekat konseling eksistensial humanistik menekankan renungan filosofi tentang apaartinya menjadi manusia.

Eksistensial humanistik berdasarkan pada asumsi bahwa kita bebas dan bertanggug jawab atas pilihan yang kita ambildan perbuat yang kita lakukan. Yang paling diutamakan dalam konseling eksistensial huanistik adalah hubungannya dengan klien. Kualitas dari dua orang yang bertatap muka dalam situasi konseling merupakan stimulus terjadinya perubahan yang positif.

Konselor percaya bahwa sikap dasar mereka terhadap klien, karakteristik pribadi tentang kejujuran, integritas dan keberanian merupakan hal-hal yang harus ditawarkan. Dalam terapi eksistensial humanistik, klien mampu mengalami secara subjectif persepsi-persepsi tentang tentang dunianya.

Dia harus aktif dalam proses terapeutik, sebab dia harus memutuskan ketakutan-ketakutanperasaan-perasaan berdosa, dan kecemasan-kecemasan apayang akan dieksplorasikan. Melalui poses terapi, klien bisa mengeksplorasi alternative-alternatif guna membuat pandangan-pandangannya menjadi real. Inti dari hubungan terapeutik adalah rasa saling menghormati, yang mencakup kepercayaan akan potensi klien untuk secara otentik menangani kesulitan mereka dan akan kemampuan mereka menemukan jalan alternatif akan keberadaan mereka.

Tujuan Konseling Menurut GeraldCorey: a. Agar klien mengalami keberadaannya secara otentik dengan menjadi sadar atas keberadaan dan potensi — potensi serta sadar bahwa ia dapat membuka diri dan bertindak berdasarkan kemampuannya.

Terdapat tiga karakteristik dari keberadaan otentik : 1 Menyadari sepenuhnya keadaan sekarang, 2 Memilih bagaimana hidup pada saat sekarang, dan 3 Memikul tanggung jawab untuk memilih. Meluaskan kesadaran diri klien, dan karenanya meningkatkan kesanggupan pilihannya, yakni menjadi bebas dan bertanggung jawab atas arah hidupnya. Membantu klien agar mampu menghadapi kecemasan sehubungan dengan tindakan memilih diri, dan menerima kenyataan bahwa dirinya lebih dari sekadar korban kekuatan — kekuatan deterministic di luar dirinya.

Menurut AkhmadSudrajat yaitu : 1. Mengoptimalkan kesadaran individu akan keberadaannya dan menerima keadaannya menurut apa adanya. Saya adalah saya. Memperbaiki dan mengubah sikap, persepsi cara berfikir, keyakinan serta pandangan-pandangan individu, yang unik, yang tidak atau kurang sesuai dengan dirinya agar individu dapat mengembangkan diri dan meningkatkan self actualization seoptimal mungkin.

Menghilangkan hambatan-hambatan yang dirasakan dan dihayati oleh individu dalam proses aktualisasi dirinya. Membantu individu dalam menemukan pilihan-pilihan bebas yang mungkin dapat dijangkau menurut kondisi dirinya.

Karakterisitik Konseling Konselingeksistensialismeberfokuspadasituasikehidupanmanusia di alamsemesta, yang mencakup; kemampuankesadarandiri, kebebasanuntukmemilihdanmenentukannasibhidupnyasendiri; tanggungjawabpribadi; kecemasansebagaiunsurdasardalamkehidupanbatin; usahauntukmenemukanmaknadarikehidupanmanusia ; keberadaandalamkomunikasidenganmanusialain ; kematian; sertakecenderungandasaruntukmengembangkandirinyasemaksimalmungkin winkel ; Pendekataneksistensial-humanistik percaya pada kehendak bebas, bahwa individu secara sadar atau tidak sadar membuat keberadaan mereka dan, bila diberikan pada keadaan yang tepat, dapat menciptakan kembali keberadaan mereka-dengan kata lain, perubahan.

Sebagian besar pendekatan eksistensial-humanistik percaya bahwa ada kecenderungan bawaan bagi individu untuk mengaktualisasikan diri untuk memenuhi potensi mereka jika mereka diberikan lingkungan yang kondusif untuk pertumbuhan Maslow, , Pendekatan eksistensial-humanistik mengambil perspektif fenomenologis ketika mereka menekankan realitas subjektif klien. Selain itu, pendekatan ini tidak menekankan peran bawah sadar sedangkan kesadaran ditekankan. Eksistensial-humanis percaya bahwa kecemasan adalah bagian alami dari hidup maupun pesan tentang keberadaan seseorang.

Peran dan Fungsi Konselor Menurut Buhler dan Allen, para ahli psikologi humanistik memiliki orientasi bersama yang mencakup hal-hal berikut : 1.

Mengakui pentingnya pendekatan dari pribadi ke pribadi 2. Menyadari peran dari tanggung jawab terapis 3. Mengakui sifat timbal balik dari hubungan terapeutik 4. Berorientasi pada pertumbuhan 5.

Menekankan keharusan terapis terlibat dengan klien sebagai suatu pribadi 6. Mengakui bahwa putusan dan pilihan akhir terletak ditangan klien. Memandang terapis sebagai model, dalam arti bahwa terapis dengan gaya hidup dan pandangan humanistiknya tentang manusia secara implisit menunjukkan kepada klien potensi bagi tindakan kreatif dan positif 8. Mengakui kebebasan klien untuk mengungkapkan pandangan dan untuk mengembangkan tujuan-tujuan dan nilainya sendiri.

Bekerja ke arah mengurangi ketergantungan klien serta meningkatkan kebebasan klien Peran dan Fungsi konselor sebagai berikut : 1. Memahami dunia klien dan membantu klien untuk berfikir dan mengambil keputusan atas pilihannya yang sesuai dengan keadaan sekarang. Mengembangkan kesadaran, keinsafan tentang keberadaannya sekarang agar klien memahami dirinya bahwa manusia memiliki keputusan diri sendiri.

Konselor sebagai fasilitator memberi dorongan dan motivasi agar klien mampu memahami dirinya dan bertanggung jawab menghadapi reality. Membentuk kesempatan seluas — luasnya kepada klien, bahwa putusan akhir pilihannya terletak ditangan klien.

Hubungan Konselor dengan Klien Dalam membicarakan masalah hubungan pertolongan dari teori Humanistik ini, dikemukakan ciri — ciri hubungan konselor dan konseli sebagai berikut: 1. Adanya hubungan psikologis yang akrab antara konselor dan klien. Adanya kebebasan secara penuh bagi individu untuk mengemukakan problemnya dan apa yang diinginkan.

Konselor berusaha sebaik mungkin menerima sikap dan keluhan serta perilaku individu dengan tanpa memberikan sanggahan. Unsur menghargai dan menghormati keadaan diri individu merupakan kunci atau dasar yang paling menentukan dalam hubungan yang diadakan. Pengenalan tentang keadaan individu sebelumnya juga keadaan lingkungannya sangat diperlukan oleh konselor. Yang paling diutamakan oleh konselor eksistensial adalah hubunganya dengan klien. Kualitas dari dua orang yang bertatap muka dalam situasi terapeutik merupakan stimulus terjadinya perubahan yang positif.

Konseling merupakan perjalanan yang ditempuh konselor dan klien, suatu perjalanan pencarian menyelidiki kedalam dunia seperti yang dilihat dan dirasakan klien. Konselor berbagi reaksi dengan kliennya disertai kepedulian dan empati yang tidak dibuat-buat sebagai satu cara untuk memantapkan hubungan terapeutik.

May dan Yalom menekankan peranan krusial yang dimainkan oleh kapasitas konselor untuk disana demi klien selama jam terapi yang mencakup hadir secara penuh dan terlibat secara intens dengan kliennya. Sebelum konselor membimbing klien untuk berhubugan dengan orang lain, maka pertama-tama harus secara akrab berhubungan dengan si klien itu Yalom, Sidney Jourad mendesak konselor untuk mengajak klien mereka benar-benar menunjukkan keotentikan dirinya melalui perilaku yang otentik dan pengungkapan diri.

Oleh karena itu konselor mengajak klien untuk tumbuh dengan mencontoh perilaku otentik. Mereka bisa menjadi transparan apabila dianggap cocok untuk diterapkan dalam hubungan itu, dan sifat kemanusiaannya bisa menjadi stimulus untuk diambil potensi riilnya oleh klien.

Hubungan terapeutik sangat penting bagi terapis eksistensial. Penekanan diletakkan pada pertemuan antar manusia dan perjalanan bersama alih — alih pada teknik-teknik yang mempengaruhi klien. Masa lampau atau masa depan hanya penting bila waktunya berhubungan langsung Gerald Corey.

Hubungan klien adalah hubungan kemanusiaan. Konselor berstatus sebagai partner klien, setara dengan klien sehingga hubungannnya berada dalam situasi bebas tanpa tekanan. Klien sebagai subjek bukan obyek yang dianalisis dan didiagnosis. Konselor harus terbuka baik kepribadiannya dan tidak pura — pura.

Tahap Konseling 1. Tahap Awal Ada tiga tahap dalam proses konseling eksistensial-humanistik. Selama tahap pendahuluan, konselor membantu klien dalam hal mengidentifikasi dan mengklarifikassi asumsi mereka terhadap dunia. Klien diajak untuk mendefinisikan dan menanyakan tentang cara mereka memandang dan menjadikan eksistensi mereka bisa diterima.

Mereka meneliti nilai mereka, keyakinan, serta asumsi untuk menentukan kesahihannya. Bagi banyak klien hal ini bukan pekerjaan yang mudah oleh karena mereka mungkin pada awalnya memaparkan problema mereka sebagai hamper seluruhnya sebagai akibat dari penyebab eksternal.

Konselor mengajar mereka bagaimana caranya untuk becermin pada eksistensi mereka sendiri dan meneliti peranan mereka dalam hal penciptaan problem mereka dalam hidup. Tahap Pertengahan Pada tahap tengah dari konseling eksistensial, klien didorong semangatnya untuk lebih dalam lagi meneliti sumber dan otoritas dari system nilai mereka.

FRANK BETTGER HOW I RAISED MYSELF PDF

EKSISTENSIAL HUMANISTIK

Konsep Dasar Psikologi humanistik merupakan salah satu aliran dalam psikologi yang muncul pada tahun an, dengan akar pemikiran dari kalangan eksistensialisme yang berkembang pada abad pertengahan. Pada akhir tahun an, para ahli psikologi, seperti : Abraham Maslow, Carl Rogers dan Clark Moustakas mendirikan sebuah asosiasi profesional yang berupaya mengkaji secara khusus tentang berbagai keunikan manusia, seperti tentang : self diri , aktualisasi diri, kesehatan, harapan, cinta, kreativitas, hakikat, individualitas dan sejenisnya. Ia meninggal di Calivornia pada tahun Maslow seorang anak yang pandai mejalani hubungan yang baik dengan ibunya yang otoriter yang sering kali melakukan tindakan aneh. Ia menggambarkan dirinya pada masa kecil sebagai seorang yang pemalu,kutu buku dan neurotic.

CORPORATE GURU DHIRUBHAI AMBANI PDF

Pendekatan ini mengutamakan suatu sikap yang menekankan pada pemahaman atas manusia. Terapi eksistensial berpijak pada premis bahwa manusia tidak bisa lari dari kebebasan dan bahwa kebebasan dan tanggung jawab berkaitan. Pendekatan Eksisteneial-Humanistik dalam konseling menggunakan sistem tehnik-tehnik yang bertujuan untuk mempengaruhi konseli. Pendekatan terapi eksistensial-humanistik bukan merupakan terapi tunggal, melainkan suatu pendekatan yang mencakup terapi-terapi yang berlainan yang kesemuanya berlandaskan konsep-konsep dan asumsi-asumsi tentang manusia. Pendekatan ini Berfokus pada sifat dari kondisi manusia yang mencakup kesanggupan untuk menyadari diri, bebas memilih untuk menentukan nasib sendiri, kebebasan dan tanggung jawab, kecemasan sebagai suatu unsur dasar, pencarian makna yang unik di dalam dunia yang tak bermakna, berada sendiri dan berada dalam hubungan dengan orang lain keterhinggaan dan kematian, dan kecenderungan mengaktualkan diri. Pendekatan ini memberikan kontribusi yang besar dalam bidang psikologi, yakni tentang penekanannya terhadap kualitas manusia terhadap manusia yang lain dalam proses teurapeutik.

CONDILOMAS ACUMINADOS EN NIOS PDF

I kesulitan menyesuaikan diri sebagai mahasiswa. I, berusia 19 tahun, mahasiswa tingkat 2, mengalami ancaman DO. Seorang teman dari jursan lain N. J memebritahu satu hal dengan tujuan agar A. Dari hasil evaluasi 4 mata kuliahnya, A.

ESCALA CONNERS PDF

Kedua teori yang dimaksud adalah psikoanalisis dan behaviorisme. Eksistensialisme adalah hal yang mengada-dalam dunia being-in-the-world dan menyadari penuh akan keberadaannya Koeswara, : Eksistensialisme menolak paham yang menempatkan manusia semata-mata sebagai hasil bawaan ataupun lingkungan. Teori eksistensial-humanistik menekankan renungan filosofi tentang apa artinya menjadi manusia. Banyak para ahli psikologi yang berorientasi eksistensial,mengajukan argumen menentang pembatasan studi tingkah laku pada metode-metode yang digunakan oleh ilmu alam. Terapi eksistensial berpijak pada premis bahwa manusia tidak bisa lari dari kebebasan dan bahwa kebebasan dan tanggung jawab berkaitan. Dalam penerapan-penerapan terapeutiknya eksistensial-humanistik memusatkan perhatian pada filosofis yang melandasi terapi.

Related Articles