BUKU PINTAR IWAN GAYO PDF

Dia pantang menyerah meski sampai menjual tanah ribuan meter persegi miliknya. Orkestra pekerja bangunan mengharmoniskan suara palu yang menghantam paku, derit mesin gerinda, gergaji kayu, sampai adukan semen di lahan seluas 2. Sebelumnya hanya ada satu rumah sederhana di situ, dikelilingi kolam ikan tepat di samping sungai kecil yang mengalir. Saya pilih paling pojok. Calon tetangga Iwan tersebut nanti harus merogoh kocek Rp juta untuk harga per unit. Harga itu relatif mahal untuk rumah seluas meter persegi dengan dua lantai.

Author:Nagor Mozshura
Country:Bahamas
Language:English (Spanish)
Genre:Sex
Published (Last):17 January 2015
Pages:444
PDF File Size:5.86 Mb
ePub File Size:8.96 Mb
ISBN:204-5-91630-906-4
Downloads:14707
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Bazilkree



Dia pantang menyerah meski sampai menjual tanah ribuan meter persegi miliknya. Orkestra pekerja bangunan mengharmoniskan suara palu yang menghantam paku, derit mesin gerinda, gergaji kayu, sampai adukan semen di lahan seluas 2. Sebelumnya hanya ada satu rumah sederhana di situ, dikelilingi kolam ikan tepat di samping sungai kecil yang mengalir.

Saya pilih paling pojok. Calon tetangga Iwan tersebut nanti harus merogoh kocek Rp juta untuk harga per unit. Harga itu relatif mahal untuk rumah seluas meter persegi dengan dua lantai. Harga dari saya jauh lebih murah dibanding harga di pasaran. Iwan sekarang menempati rumah dua lantai di areal meter persegi. Meski bukan lahan penghabisan karena di seberang sungai masih ada 5. Pada masa jayanya, melalui penjualan masterpiece Buku Pintar yang hingga kini terus dicetak, Iwan memang meraup materi yang sangat signifikan.

Uang datang, lalu habis. Penjualan tanah tersebut sejatinya merupakan opsi pemungkas untuk penerbitan buku ensiklopedia Islam-nya itu. Dia sempat mengajak kerja sama pihak-pihak tertentu untuk menerbitkan buku setebal 1.

Tapi, tidak ada yang merespons. Saya betul-betul mengidolakan beliau. Dami bukunya lalu saya bawa ke kantor BUMN agar beliau membacanya. Tetapi, beliau tidak ada. Lalu, saya titip sekuriti. Tetapi, saya yakin titipan itu tidak sampai ke tangan beliau. Maka, jalan terakhir yang ditempuh adalah menjual sebagian tanahnya. Sebab, biaya yang dibutuhkan untuk menerbitkan buku babon itu sangat besar. Meski demikian, Iwan mengaku bahwa penjualan tanah tersebut sepadan dengan pengorbanan selama 22 tahun perjuangannya menyusun buku itu.

Buku berjudul Encyclopedia Islam International EII itu semula dia bayangkan sebagai karya terakhir dalam rangka perjuangannya di jalan agama Islam. EII merupakan salah satu buku yang penyusunannya memakan waktu sangat lama.

Kala itu, dia berdoa meminta umur panjang agar bisa menyelesaikan buku pintar Islam. Minimal seusia Nabi Muhammad 63 tahun , pintanya. Wajar bila dia memohon itu karena merasa umurnya tidak akan panjang.

Iwan mempunyai banyak penyakit yang menggerogoti tubuhnya. Setidaknya, dia telah sembilan kali naik meja operasi karena sembilan penyakit kronis yang dideritanya. Tiga di antaranya merupakan bawaan lahir: saluran ginjal terlalu panjang, usus buntu bermasalah, serta usus terlipat.

Nyaris sepanjang usia dirinya tidak luput dari penyakit. Terutama saat kecil. Ayah saya sempat bingung. Dia lalu ingat nama tepung susu asal Jerman bermerek Glaxo. Spontan nama saya ditulis Iwan Glaxo. Sedangkan Iwan Gayo itu nama keren saja. Kebetulan saya besar di Gayo.

Di depan Kakbah, dia bernazar akan membuat buku pintar Islam sebagai pengabdian kepada agama seandainya diberi tambahan umur, setidaknya sampai seusia Nabi Muhammad SAW. Kesungguhannya dalam berdoa dirasakan makbul. Tiba-tiba, bangunan Kakbah di hadapannya seolah memiliki semacam undakan setinggi satu meter yang cukup untuk berpijak.

Iwan lalu naik ke undakan tersebut, memeluk dinding Kakbah dan berdoa. Belakangan, sepulang dari Tanah Suci, dia mendapati fakta bahwa Kakbah tidak memiliki undakan untuk kaki berpijak.

Sepulang dari Tanah Suci, Iwan langsung memulai riset. Berkali-kali dia pergi ke luar negeri bermodal keuntungan yang didapat dari penjualan buku-buku karyanya untuk studi banding dan mencari referensi.

Keluarganya merasa heran atas upaya Iwan tersebut, terutama sang kakak. Sebab, kala itu rumah yang ditinggali Iwan tergolong sederhana. Di antara sekian banyak negara yang dikunjungi untuk mencari referensi, ternyata sumber tentang Islam terbesar ada di negara-negara Barat, terutama Amerika Serikat.

Iwan belajar di kampus itu selama satu semester. Semata-mata untuk mengetahui cara universitas tersebut mengajarkan Islam. Dia juga berkali-kali mengunjungi perpustakaan dan membaca habis semua buku yang mengandung unsur Islam.

Iwan mengungkapkan, riset di Delaware merupakan riset terlama dan memaksa dirinya tinggal di sana selama setahun. Dari riset itu, dia menyimpulkan bahwa negara-negara Barat benar-benar berhasil mendokumentasikan literatur Islam. Ayah 13 anak itu mengungkapkan, sebagian besar bahan bukunya berasal dari negara-negara Eropa dan AS.

Yakni, di Metropolitan Museum dengan 8 hall yang penuh benda-benda peradaban Islam lama. Setelah buku itu jadi, Iwan pun berani mengklaim karyanya sebagai ensiklopedia Islam terlengkap karena digali dari banyak sumber di dunia. Dia juga bangga karena berpotensi mencetak rekor sebagai buku dengan grafis serta foto terbanyak yang mencapai 6. Begitu buku tersebut rampung, barulah keluarga mengerti mengapa Iwan begitu ngotot pergi ke luar negeri berkali-kali.

Empat tahun silam, sebenarnya dia nyaris menerbitkan buku tersebut. Buku itu sudah rampung, namun yang edisi bahasa Inggris. Baru setelah itu dia berpikir untuk menerbitkan edisi Indonesia-nya. Buku tersebut berisi banyak hal tentang Islam. Mulai tokoh, bangunan, karya, negara, hingga peninggalan-peninggalan lama.

Sebagian di antaranya bahkan berpotensi mengubah kurikulum sejarah, khususnya di Indonesia. Salah satunya tentang sosok Raden Ajeng Kartini. Selama ini, sebagian besar buku sejarah Indonesia hanya mencatat Kartini sebagai pahlawan emansipasi perempuan.

Menurut Iwan, sangat sedikit orang yang tahu bahwa Kartini merupakan pelopor lahirnya Alquran terjemahan di Indonesia. Hal itu dilakukan karena Kartini tertarik pada cara KH Saleh menguraikan makna surat tersebut saat berceramah. Setelah Alquran diterjemahkan, Kartini memfavoritkan satu kutipan ayat dalam surat Al Baqarah, yakni pada ayat Sebagian kutipannya berbunyi: Allah mengeluarkan mereka orang-orang beriman dari kegelapan kepada cahaya.

Kalimat itulah yang menjadi inspirasi bagi surat-surat Kartini yang kemudian terkumpul dalam buku Habis Gelap Terbitlah Terang. Iwan menyatakan, dirinya sangat ingin membawa buku masterpiece-nya tersebut ke luar negeri. Terutama ke negara Barat, tempat dia melakukan riset. Sebagai langkah awal, dia memulai dengan mengekspor ke negeri jiran, Malaysia. Penyebaran buku terbarunya itu memang difokuskan untuk pasar internasional. Tujuannya, menuntaskan perjuangannya memberikan gambaran Islam secara komprehensif kepada dunia.

Saya akan datangi sekitar 11 negara ke semua Islamic Center di sana untuk mempresentasikan buku ini. Visanya akan habis bulan Mei. Rupanya, EII bukan buku terakhir Iwan. Dia ingin pergi ibadah haji lagi dan meminta tambahan usia di depan Kakbah.

C358C DATASHEET PDF

Buku Pintar Seri Junior

Open to the public ; Lists What are lists? Australian National University Library. Other suppliers National Library of Australia — Copies Direct The National Library may be able to supply you with a photocopy or pijtar copy of all or part of this item, for a fee, depending on copyright restrictions. Login to add to list. Then set up a personal list of libraries from your profile page by clicking on your user name at the top right of any screen. Open to the public. In order to set up a list of libraries that you have access to, you must first login or sign up.

DOUROUS DINIA PDF

BUKU PINTAR IWAN GAYO PDF

.

CREATING FLOW WITH OMNIFOCUS MASTERING PRODUCTIVITY PDF

Iwan Gayo, Riset 22 Tahun, Nyaris Mati Sembilan Kali

.

Related Articles