ASKEP HEMATEMESIS MELENA PDF

Warna hematemesis tergantung pada lamanya hubungan atau kontak antara drah dengan asam lambung dan besar kecilnya perdarahan, sehingga dapat berwarna seperti kopi atau kemerah-merahan dan bergumpal-gumpal. Biasanya terjadi hematemesis bila ada perdarahan di daerah proksimal jejunun dan melena dapat terjadi tersendiri atau bersama-sama dengan hematemesis. Paling sedikit terjadi perdarahan sebanyak ml, baru dijumpai keadaan melena. Banyaknya darah yang keluar selama hematemesis atau melena sulit dipakai sebagai patokan untuk menduga besar kecilnya perdarahan saluran makan bagian atas. Hematemesis dan melena merupakan suatu keadaan yang gawat dan memerlukan perawatan segera di rumah sakit. Penting sekali menentukan penyebab dan tempat asal perdarahan saluran makan bagian atas, karena terdapat perbedaan usaha penanggulangan setiap macam perdarahan saluran makan bagian atas.

Author:Samumi Gardarr
Country:Central African Republic
Language:English (Spanish)
Genre:Video
Published (Last):27 February 2012
Pages:374
PDF File Size:7.42 Mb
ePub File Size:11.13 Mb
ISBN:760-6-56824-668-2
Downloads:78882
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Metaur



Tanda-tanda hipertensi portal dan sirosis hati: spider nevi, ginekomasti, eritema palmaris, capit medusae, adanya kolateral, asites, hepatosplenomegali dan edema tungkai. Hitung darah lengkap: penurunan Hb, Ht, peningkatan leukosit Elektrolit: penurunan kalium serum; peningkatan natrium, glukosa serum dan laktat.

Profil hematologi: perpanjangan masa protrombin, tromboplastin Gas darah arteri: alkalosis respiratori, hipoksemia E. Pemeriksaan penunjang DPL. Setiap penderita dengan perdarahan saluran cerna bagain atas SCBA dalam penatalaksanaan hematemesis melena ada 2 tindakan yaitu tindakan umum dan khusus. Tindakan umum bertujuan untuk memperbaiki keadaan umum pasien, apapun penyebab perdarahannya. Tindakan khusus, biasanya baru dikerjakan setelah diagnosis penyebab perdarahan sudah dapat dipastikan.

Tindakan Umum 1. Infus dan transfusi darah Tindakan pertama yang dilakukan adalali resusitasi, untuk memulihkan keadaanpenderita akibat kehilangan cairan atau syok.

Maka diperlukan psikoterapi. Istirahat mutlak sangat dianjurkan, sekurang kurangnya selama 3 hari setelahperdarahan berhenti.

Dianjurkan puasa jika perdarahan belum berhenti. Dan penderita mendapat nutrisi secara parenteral total sampai perdarahan berhenti. Selanjutnya secara bertahap diet beralih ke makanan padat 5. Pemasangan Nasogastric Tube, kemudian dilakukan lavage Lambung dengan air es yang dimasukkan, di tunggu 5 menit, dan dikeluarkan.

Ini dilakukan berulang-ulang sampai cairan lambung jemih. Tindakan ini biasa diulang jam kemudian jika masih ada perdarahan. Medikamentosa Antasida cair, untuk menetralkan asam lambung. Injeksi Simetidin atau injeksi Ranitidine, yaitu antagonis reseptor H2 untuk mengurangi sekresi asam lambung. Injeksi Traneksamic acid, jika ada peningkatan aktifitas fibrinolisin.

Injeksi Vitamin K, jika ada tanda-tanda Sirosis hati. Sterilisasi usus dengan Laktulosa oral serta Clisma tinggi, jika ada tanda-tanda sirosis hati, ditambahkan Neomycin atau Kanamycin. Tindakan Khusus Tindakan khusus ini ditujukan pada penyebab perdarahan yang dapat dibagi atas dua penyebab, yaitu karena pecahnya varises esofagus dan bukan karena varises.

Jika perdarahan sudah berhenti dapat diberikan per oral. Antasida, dapat diberikan bila perdarahan sudah berhenti. Pengkajian Keperawatan.

HINA KELANA PDF

Askep Hematemesis MelenaA

Warna hematemesis tergantung pada lamanya hubungan atau kontak antara drah dengan asam lambung dan besar kecilnya perdarahan, sehingga dapat berwarna seperti kopi atau kemerah-merahan dan bergumpal-gumpal. Biasanya terjadi hematemesis bila ada perdarahan di daerah proksimal jejunun dan melena dapat terjadi tersendiri atau bersama-sama dengan hematemesis. Paling sedikit terjadi perdarahan sebanyak ml, baru dijumpai keadaan melena. Banyaknya darah yang keluar selama hematemesis atau melena sulit dipakai sebagai patokan untuk menduga besar kecilnya perdarahan saluran makan bagian atas. Hematemesis dan melena merupakan suatu keadaan yang gawat dan memerlukan perawatan segera di rumah sakit.

ALGORITHMEN EINE EINFHRUNG CORMEN PDF

Laporan Pendahuluan HEMATEMESIS MELENA (HM)

Hematemesis melena merupakan suatu perdarahan yang terjadi pada saluran cerna bagian atas SCBA dan merupakan keadaan gawat darurat yang sering dijumpai di tiap rumah sakit di seluruh dunia termasuk Indonesia. Pendarahan dapat terjadi karena pecahnya varises esofagus, gastritis erosif atau ulkus peptikum. Sistem pencernaan mengolah makanan atau asupanyang masuk untuk diubah menjadi zat-zat yang diperlukan oleh tubuh. Sistem pencernaan dari bagian atas hingga bawah terdiri dari organ-organ vital,misalnya esofagus, lambung, dan saluran intestinal. Oleh karena itu, system pencernaan yang terdiri dari organ-organ tersebut harus selalu terjaga agartetap dapat menjalankan fungsinya secara optimal.

DESCARGAR GRATIS BIBLIA PESHITTA EN ESPAOL PDF

Warna hematemesis tergantung pada lamanya hubungan atau kontak antara drah dengan asam lambung dan besar kecilnya perdarahan, sehingga dapat berwarna seperti kopi atau kemerah-merahan dan bergumpal-gumpal. Biasanya terjadi hematemesis bila ada perdarahan di daerah proksimal jejunun dan melena dapat terjadi tersendiri atau bersama-sama dengan hematemesis. Paling sedikit terjadi perdarahan sebanyak ml, baru dijumpai keadaan melena. Banyaknya darah yang keluar selama hematemesis atau melena sulit dipakai sebagai patokan untuk menduga besar kecilnya perdarahan saluran makan bagian atas. Hematemesis dan melena merupakan suatu keadaan yang gawat dan memerlukan perawatan segera di rumah sakit. Penting sekali menentukan penyebab dan tempat asal perdarahan saluran makan bagian atas, karena terdapat perbedaan usaha penanggulangan setiap macam perdarahan saluran makan bagian atas. Gangguan pola nafas 3.

Related Articles